Kesenian dan Kebudayaan Jadi Tumbal Penghematan

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte membuat keputusan kontroversial soal pemberian subsidi di bidang kesenian. Kebijakan ini bermula dari rencana kabinet rutte untuk melakukan penghematan anggaran negara, termasuk sektor seni dan kebudayaan. Ruttte beralasan, bidang kesenian merupakan “hobi kiri”, maksudnya, bidang kesenian tak mampu mandiri dalam membiayai kehidupannya sendiri, alias menggantungkan subsidi dari pemerintah pusat.

Salah satu korban dari penghematan ini adalah Instituut Konikjlik Voor de Tropen (KIT). Institut ini terpaksa ditutup akibat dihentikannya subsidi tahunan dari Pemerintah belanda. Nilai subsidi nya pun juga sangat besar, sekitar 20 juta euro per tahun.

Selain Institut Tropen, perpustakaan Tropen juga ikut “disuntik mati.”. Maklum, perpustakaan ini setiap tahunnya menggantungkan dana dari institut Tropen. Sebagian koleksi buku perpustakaan Tropen terpaksa diberikan secara gratis kepada masyarakat umum.

Dibandingkan dengan perpustakaan Institut Tropen, Miseum Tropen bisa dibilang sedikit beruntung. Sempat dikhawatirkan mengikuti jejak Institut dan perpustakaan Tropen yang gulung tikar, Museum Tropen masih akan mendapat subsidi hingga tahun 2016. Namun, Museum Tropen akan digabungkan dengan dua museum lainnya, yakni Museum Nasional Etnologi Leiden dan Museum Afrika di berg En Dal.

Rencana ini pun sontak menuai protes keras dari masyarakat Belanda. Mereka mengecam kabinet Rutte yang melakukan penghematan di sektor kesenian dan kebudayaan hingga berujung pada tutupnya KIT.

Yang saya tak habis pikir adalah, mengapa sektor kesenian dan kebudayaan menjadi sasaran dari penghematan anggaran negara? Pernyataan Mark Rutte yang mengatakan, bahwa ksenian merupakan “hobi kiri” perlu ditinjau kembali. Kesenian dan kebudayaan menunjukkan identitas sebuah bangsa. Maka dari itu, kegiatan konservasi kesenian dan kebudayaan harus didukung sepenuhnya oleh pemerintah.

Apalagi peran KIT dalam melakukan transfer ilmu konservasi kebudayaan tak bisa dibilang kecil. Institut KIT juga telah membantu banyak pihak dalam pengembangan museum, serta pengembangan konservasi budaya.

Pemerintah Belanda juga harus meninjau ulang tentang rencana penutupan fasilitas-fasilitas kesenian dan kebudayaan. Jika memang Pemerintah belanda memberlakukan penghematan, seharusnya dialihkan ke sektor yang lain. Memang, sektor kesenian dan kebudayaan membutuhkan anggaran yang sangat besar, namun karena sektor ini begitu vital, mau tak mau sektor ini harus tetap didukung sepenuhnya oleh pemerintah pusat melalui pemberian subsidi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s